ASPOA 2026
Indonesia bersiap menjadi pusat perhatian kawasan Asia–Pasifik melalui penyelenggaraan ASPOA 2026 (ASEAN & South Pacific Ostomy Association) yang akan dikolaborasikan dengan Diabetes Wound Expo pada 6–8 November 2026. Event internasional ini diselenggarakan oleh Yayasan Wocare Indonesia dan dikelola secara profesional oleh Solusi Medikal Event (SME) sebagai Event Organizer kesehatan yang berpengalaman menangani event berskala nasional hingga internasional.
Kolaborasi ASPOA 2026 dan Diabetes Wound Expo dirancang bukan sekadar sebagai forum ilmiah, melainkan sebagai ruang strategis yang mempertemukan tenaga kesehatan, akademisi, praktisi klinis, industri kesehatan, organisasi profesi, serta komunitas pasien dari berbagai negara. Melalui pendekatan multidisiplin dan kolaboratif, event ini diharapkan menjadi titik temu ilmu pengetahuan, praktik terbaik klinis, inovasi teknologi, dan penguatan peran komunitas dalam perawatan ostomi serta luka diabetes di kawasan Asia–Pasifik.
Sebagai mitra strategis penyelenggara, Solusi Medikal Event berperan lebih dari sekadar pelaksana teknis. SME merancang keseluruhan pengalaman event secara terstruktur, mulai dari konsep internasional, pengelolaan alur peserta dan delegasi luar negeri, penataan exhibition industri kesehatan, hingga penciptaan pengalaman yang aman, nyaman, dan bernilai bagi seluruh stakeholder. Pengalaman SME dalam mengelola event kesehatan kompleks menjadikannya mampu menjembatani kebutuhan ilmiah, kepentingan industri, serta kenyamanan peserta dalam satu ekosistem acara yang profesional.
Penyelenggaraan ASPOA 2026 x Diabetes Wound Expo menjadi bukti bahwa Indonesia tidak hanya siap menjadi tuan rumah event internasional, tetapi juga mampu menghadirkan standar penyelenggaraan yang setara dengan event global. Melalui kolaborasi ini, Solusi Medikal Event menegaskan posisinya sebagai EO kesehatan yang siap membawa event nasional ke panggung internasional, dengan pendekatan strategis, presisi eksekusi, dan dampak jangka panjang.
ASPOA 2026 bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum regional yang akan memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan layanan ostomi dan perawatan luka diabetes secara berkelanjutan di tingkat global.














































